Showing posts with label radikal bebas. Show all posts
Showing posts with label radikal bebas. Show all posts

Friday, April 19, 2013

Stres Oksidatif

Stres Oksidatif - Apa akibatnya ?
Stres Oksidatif
Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya. Akibatnya intesitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh.

Transformasi protein yang terjadi akibat stres oksidatif dapat mengakibatkan disfungsi protein, kerusakan jaringan dan berkembangnya berbagai jenis penyakit. Beberapa senyawa organik yang umumnya menyebabkan stres oksidatif, dihasilkan oleh reaksi oksidasi berbagai jenis polyunsaturated fatty acid (PUFA), antara lain senyawa dengan gugus karbonil tak jenuh jenis alfa, beta seperti 4-hydroxy-2-nonenal (HNE), 4-oxo-2-nonenal (ONE), dan akrolein. Senyawa dari golongan aldehida ini dapat menyebabkan adduct intramolekular atau intermolekular terhadap protein. Beberapa studi mass spectrometric yang mengamati reaksi pada protein yang terpapar oleh aldehida murni atau PUFA yang ter-peroksidasi menunjukkan bahwa pada awal paparan terjadi Michael dan Schiff adduct, namun hanya Michael adduct yang terjadi antara residu Cys dan His, dengan senyawa turunan HNE dan ONE, yang dapat bertahan terhadap reaksi proteolisis. Variasi produk adduct yang lain akan mengalami transformasi melalui berbagai proses seperti tautomerisasi, oksidasi, siklisasi, dehidrasi, dan terkadang juga kondensasi dengan molekul aldehida yang lain, hingga terbentuk senyawa advanced lipoxidation end products (ALE) yang stabil.

Sumber: obatpropolis.com

Baca juga artikel berikut:

Radikal Bebas Dan Pengaruhnya Pada Kesehatan

Radikal Bebas Dan Pengaruhnya Pada Kesehatan


Radikal Bebas
Radikal bebas (free radical) biasa di sebut juga oksidan sebenarnya adalah sejenis partikel terkecil dari suatu molekul yang mengandung gugusan elektron yang tidak berpasangan pada orbit terluarnya. Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, sehingga molekul radikal menjadi tidak stabil dan mudah sekali bereaksi dengan molekul lain, membentuk radikal baru.

Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat pemicu radikal dalam makanan dan polutan lain.  Di dalam tubuh, radikal bebas akan menurunkan kesehatan akibat terjadinya proses oksidasi. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung, kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal.

Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh (stress oksidatif). Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

Radikal Bebas Berkontribusi Besar Pada Proses Penuaan
Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemusnahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan jaringan terjadi secara perlahan-lahan.  Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun, parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda merupakan serangan empuk dari radikal bebas.

Sumber: Obatpropolis.com
 
Baca juga artikel berikut:

Radikal Bebas VS Antioksidan

Thursday, April 18, 2013

Antioksidan Itu Penting Untuk Menjaga Kesehatan !

Antioksidan Itu Penting Untuk Menjaga Kesehatan !
Antioksidan Menangkal Radikal Bebas
Antioksidan adalah segala bentuk substansi yang pada kadar rendah secara bermakna dapat mencegah atau memperlambat proses oksidasi (proses di mana terjadi pengurangan jumlah electron dalam reaksi kimia). Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya.
Ada dua factor yang sangat berperan dalam proses penuaan, yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam tubuh sendiri seperti bertambahnya umur, genetic, rasial, dan hormonal. Faktor internal ini sangat sulit dicegah, karena akan terbentuk secara alami. Sementara factor eksternal (berasal dari luar) yang menyebabkan penuaan dini adalah sinar ultra violet, polusi, dan udara kering.

Seiring dengan bertambahnya umur, kondisi tubuh akan menjadi tua dan menyebabkan terjadinya penurunan produksi zat antioksidan dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh akan kekurangan tenaga, sering sakit-sakitan, terkena stroke, bahkan terjadi pergeseran pembuluh darah dan penyakit lainnya. Pada umur 40-an, produksi antioksidan dalam tubuh hanya 50 persen dan pada umur 60-70-an akan turun menjadi 5-10 persen. Untuk itu asupan antioksidan dari luar sangat dibutuhkan.

Antioksidan merupakan senyawa penting dalam menjaga kesehatan tubuh, karena berfungsi sebagai penangkap radikal bebas yang banyak terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi.  Tubuh manusia menghasilkan senyawa antioksidan, tetapi tidak cukup kuat untuk berkompetisi dengan radikal bebas yang dihasilkan setiap hari oleh tubuh sendiri.  Kekurangan antioksidan dalam tubuh membutuhkan asupan dari luar.

Peran Antioksidan dalam kesehatan
Tubuh dikatakan berfungsi secara normal bila pernafasan berlangsung dengan baik dan beraktifitas fisik dilakukan secara normal. Kebiasaan hidup, seperti merokok dapat menghasilkan senyawa-senyawa radikal bebas yang tidak diinginkan dalam tubuh dan akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sel-sel sehat menjadi lemah, tubuh akan mudah terkena penyakit-penyakit tidak diinginkan seperti gangguan jantung dan kanker.
Antioksidan seperti vitamin, E dan karotenoid (beta-karoten, likopen, dan lutein) mempunyai peran yang cukup penting dalam membantu pencegahan kerusakan sel-sel sehat akibat adanya radikal bebas tersebut. Bila mulai menerapkan pola hidup sehat akan sangat membantu tubuh dalam mengurangi resiko keracunan akibat radikal bebas (stress oksidatif). Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk mencukupi asupan antioksidan dari luar.

Sumber: Obatpropolis.com

Baca juga artikel berikut:

Antioksidan VS Radikal Bebas

HDI PROPOELIX Untuk Terapi Suportif Revolusioner Demam Berdarah Dengue (DBD)

HDI PROPOELIX Untuk Terapi Suportif Revolusioner Demam Berdarah Dengue (DBD)

Apa itu Demam Berdarah Dengue ?
Demam Berdarah Dengue (DBD) menurunkan sistem tubuh dengan “menipu” sistem kekebalan tubuh dan kemudian membawa virus Dengue yang menginfeksi sel-sel lain dalam tubuh. Penyakit ini ditandai oleh demam tinggi mendadak, nyeri berat pada kepala, nyeri dibelakang mata, nyeri otot dan sendi. Pada kasus-kasus yang berat, DBD menyebabkan peradarahan sehingga berakibat kematian. Di Indonesia, ratusan ribu orang terjangkit setiap tahunnya. Dan, ribuan orang sudah meninggal karena penyakit ini.

Tidak ada obat!
Hingga saat ini, tidak ada obat atau vaksin untuk DBD. Usaha mengeliminasi DBD di seluruh dunia sebatas berfokus pada pemberantasan sumber penyakit DBD dan terapi-terapi suportif.

Terobosan baru !
Riset yang sudah dilakukan selama 8 tahun dengan dukungan para ilmuwan dari universitas dan laboratorium dari berbagai negara ini membuahkan hasil sebuah produk propolis ekstrak dengan manfaat yang lebih efektif, lebih terjaga kandungan nutrisinya, serta lebih mudah dan cepat diserap oleh tubuh: HDI PROPOELIX.

HDI PROPOELIX terbukti efektif sebagai terapi suportif atau terapi tambahan untuk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang didapatkan dari uji klinis pada penderita DBD di Rumah Sakit Persahabatan.

Sistem Kekebalan Tubuh Maksimal
HDI PROPOELIX mempunyai sifat sebagai anti-inflamasi, anti bakteri, anti virus, anti jamur, immunomodulatory, menurunkan tekanan darah, antimikroba, memiliki antioksidan yang tinggi, dan mengandung CAPE (Caffeid Acid Phenethyl Ester) tinggi.

Sifat-sifat yang terkandung di dalam HDI PROPOELIX sangat bermanfaat untuk membantu penyembuhan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh seperti Diabetes, Kanker, Alzheimer, Stroke, Parkinson, Penyakit Jantung Koroner, serta penyakit serius lainnya, seperti TBC, DBD, HIV/AIDS, dan Hepatitis.

Hampir semua serangan penyakit degeneratif disebabkan melemahnya respon sistem imun sehingga tubuh mudah terinfeksi virus dari luar. Penyakit degeneratif kini tidak lagi didominasi oleh usia lanjut, di mana sel-sel tubuh mereka tidak lagi berfungsi sempurna, melainkan menjadi penyakit yang berisiko pada semua orang. Jumlahnya semakin meningkat dewasa ini.

Penyakit degeneratif mampu menyerang setiap orang dalam rentang waktu yang cepat sehingga keberadaan penyakit degeneratif ini sangat perlu diwaspadai.

HDI PROPOELIX mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan penyakit degeneratif. Bahan baku HDI PROPOELIX merupakan bahan baku pilihan yang diolah dengan teknologi tinggi dan terdepan. HDI PROPOELIX memaksimalkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah diserang oleh penyakit dan andaikan sakit, dengan mengkonsumsi HDI PROPOELIX , maka tubuh akan lebih cepat pulih.

Kandungan CAPE (Caffeid Acid Penethyl Ester) yang tinggi
HDI PROPOELIX memiliki kandungan CAPE (Caffeid Acid Penethyl Ester), yaitu senyawa yang mampu menghambat peradangan (anti-inflamasi). Efek Ethanolic Extract Propolis (EEP) terhadap inflamasi kronis telah dibuktikan dalam penelitian.

Super Blend
HDI PROPOELIX merupakan kombinasi propolis yang berasal dari berbagai belahan dunia yang disebut Super Blend. Bahan ini ketika melewati proses CMCE akan menghasilkan suatu ekstrak yang konsisten dan efektif.

Teknologi CMCE
Proses unik dari ekstraksi HDI PROPOELIX dinamakan Teknologi “Continuous Multi-Stage Countercurrent Extraction” (CMCE). Teknologi ini mampu membuang semua substansi yang tidak berguna untuk tubuh dan mempertahankan secara optimal zat yang berguna pada propolis, yaitu bioflavonoid, polifenol, asam fenolat ester, dan flavon. Semua zat yang dihasilkan tersebut larut dalam air.

Sumber Antioksidan Tertinggi!
HDI PROPOELIX memiliki kandungan antioksidan yang tertinggi di dunia. Kandungan antioksidan dalam HDI PROPOELIX mewakili kebutuhan akan buah dan sayuran yang juga mengandung antioksidan.  Tingginya kandungan antikoksidan pada HDI PROPOELIX ini membantu mencegah penyakit-penyakit degeneratif.
  • Antioksidan berperan menghentikan atau meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tingkat Pengukuran Antioksidan dikenal sebagai ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity). HDI PROPOELIX mempunyai nilai ORAC hingga 21.921 yang berarti memiliki kandungan antioksidan 913 kali lebih banyak dari nilai antioksidan buah jeruk yang hanya memiliki nilai 24.
Paparan sinar matahari, asap rokok, alkohol, dan polusi mengakibatkan radikal bebas. Pola hidup yang tidak sehat, stress, kurang tidur, dan sering mengkonsumsi makanan cepat saji juga berperan besar menghasilkan radikal bebas. Proses radikal tersebut merusak sel, DNA, dan zat-zat kimia dalam tubuh sehingga mengakibatkan penuaan dini serta berbagai penyakit serius.

Available at: Obatpropolis.com

Baca juga artikel berikut:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...